telp/sms/wa 082290090705

Berikut penelasan PSU dan Penggunaan sesuai kebutuhan CPU
jump break
Power Supply Unit atau yang biasanya suka kita singkat menjadi PSU, seringkali dianggap remeh atau 'sengaja' dilupakan. Atau mungkin beberapa awam tidak mengerti apa itu guna sebenarnya dari sebuah PSU. Maka dari itu, bagi sekian besar pengguna komputer di Indonesia, PSU bisa dikatakan kehilangan perhatian/diremehkan.
PSU yang diadopsi oleh User biasanya selalu yang sudah disediakan bersama dengan casing yang dibeli. Beberapa casing merk papan atas memang sudah mem-bundle PSU dengan kualitas baik bersama dengan casing. Beda kasus dengan casing-casing kelas value/murah, yang hanya membundle PSU denga kualitas yang tidak terjamin atau bahkan bisa saya katakan mengecewakan.
Alasan pakai PSU Standart/Bawaan? Biasanya jawabannya cuma... Hemat .. Tipikal orang Indonesia, save the best for the cheapest, atau bisa dibilang, 'Tidak ada rotan, akar pun jadi'

Okeh, langsung di bahas aja mungkin yah, soal PSU itu sendiri.
Sebenarnya yang paling penting dari sebuah PSU itu bukan besaran WATT nya seperti yang ada terpampang di Label PSU Anda sekarang.
Yang lebih penting itu sebenarnya Rail (Amperage) dari PSU.

Mari simak sebenarnya PSU itu punya satuan apa saja:
W= Watt (Watt)
A= Amperage (Ampere, Arus)
V= Voltage (Voltase, Tegangan)
di mana, W = V * A

Kembali ke Rail lagi, sebenarnya Rail itu apa?
Rail itu jalur yang ada dari Power Supply untuk menghantarkan listrik yang tadinya dari arus AC (PLN) yang di convert ke DC untuk diteruskan ke komponen2 komputer Anda.
Pada PSU-PSU modern/masa kini, PSU dibagi Rail nya menjadi
+3.3v, +5v, +12v, -5v dan -12v
Yang negatif, tidak usah terlalu dipikirkan kecuali Anda mau mempelajari PSU lebih dalam. Negatif di sini kita asumsikan menjadi 'Ground' atau nilai Netral yang hanya memberi sambungan arus dari kutub Positif.

Kalau dari tadi saya bilang yang terpenting masih Rail, mari kita lihat bagaimana akhirnya Rail itu menjadi penting:
Rail menentukan hasil output akhir dalam bentuk Watt (W).
Rail 3.3V. 30A menghasilkan 3.3V*30A = 100W
Rail 5V. 20A menghasilkan 5V*20A = 100W
Rail 12V. 25A menghasilkan 12V*25A = 300W
Maka dari itu, Grand Total Output / Daya, bisa dibilang 500W.

Boleh mulai lirik-lirik PSU Anda, kalau mau di hitung silahkan, kalau memang ternyata hasil hitungan Anda sendiri sudah tidak sesuai dengan label yang tertempel pada PSU Anda, kualitas PSU Anda sudah patut di curigai.
Bahkan bukan berarti, kalau hitungan Anda benar dengan yang sudah tertempel, Daya Output "sebenarnya" dari PSU Anda adalah "segitu". Pada contoh, 500W bisa saja di-selewengkan oleh Produsen PSU.

Mulai masa sekarang dan mendatang, terlihat komputer mulai menggunakan komponen yang lebih menyedot arus 12V. Bisa dilihat dari GPU (VGA Card) masa kini yang hanya murni menggunakan Power dari arus 12V besar2an hingga 200Watt lebih. Dan juga komponen kecil-kecil seperti Fan, Neon CCFL, dsb selain USB Devices.

Maka dari itu, Produsen PSU biasanya membagi Rail nya menjadi beberapa bagian, misalnya, 2 rail, 4 rail, bahkan 6 rail. Terutama di Rail 12V. Untuk PSU yang sudah agak kuno (buatan <2003), Rail yang terbagi biasa nya 3.3V dan 5V sedangkan 12V malah belum dibagi.
Tujuan pembagian ini sebenarnya juga untuk memberikan pasokan listrik yang lebih stabil bagi komputer sehingga komponen bisa menjadi lebih dingin.

Beberapa Istilah Pada Porwer Supply
WATT
PSU menggunakan ukuran watt dalam mensupply daya. Watt dalam PSU dihitung dengan mengalikan votase dengan amperenya. Semakin tinggi watt PSU maka daya yang dapat disupply semakin tinggi

RAILS
Adalah penghantar tenaga ukuranya berupa volt. Di klasifikasin menjadi +3.3V,+ 5V,+12V,-5V dan -12V. Sebagai tolok ukur cukup perhatikan yang (+) saja karena rail (-) hanya untuk penggunakan PC jaman dulu yaitu untuk slot ISA dan Floppy drive. Menghitung daya tiap rail cukup dengan mengalikanya dengan besarnya ampere. Lalu jumlahkan ketiga rail tersebut untuk mengetahui kapasitas maksimal PSU.

Multiple Rails
Seiring dengan berkembangnya teknologi prosesor dan VGA rail +12V semakin membutuhkan daya yang tinggi. Kebutuhan daya yang tinggi ini akan membuat rail +12V menjadi panas dan membuat kinerja PSU menjadi tidak stabil sehingga untuk mengatasi hal ini maka dibagi menjadi 2 rail, 3 rail bahkan yang terbaru 4 rails. Sehingga bisa dikatakan bahwa PSU yang menggunakan dual rail akan lebih stabil dalam mensupply daya karena panas dapat ditekan. Akibatnya energi yang terbuang menjadi panas berkurang.

Penggunakan converter pada PSU multirail dari 4pin ke 8pin tidak dianjurkan karena pembagian dayanya menjadi tidak menyeluruh yang mengakibatkan dapat merusak komponen PSU. Converter 4pin ke 8pin aman digunakan di PSU single Rails karena dayanya tidak dibagi alias di 1 jalur +12V sehingga konversi tidak mengubah daya yang diberikan.

Voltage Regulator
Sering juga disebut ripple ini adalah perubahan output tegangan yang dihasilkan oleh PSU. Perubahan tegangan ini fruktuatif disebabkan oleh kondisi yang tidak konstants misalnya dari idle kemudian menjadi full load. Standart aman yang dianjurkan adalah +/- 5% dari railnya. Semakin sedikit ripple semakin bagus output PSU.

Voltage regulator bisa disebut sebagai komponen yang penting dalam menjaga hardware-hardware dalam komputer. Sebab volt yang flutuatif naik turun dalam waktu yang singkat menyebabkan komponen hardware menjadi rusak. Terutama yang paling sering kena adalah hardisk.

Hold Up time
Adalah cadangan daya yang ada di PSU sebelum kehabisan daya. Dalam kondisi listrik mati atau tidak ada pasokan daya seberapa besar daya yang sanggup ditampung PSU untuk mensupply daya. Semakin besar cadanganya berarti semakin lama waktu dalam mengatasi kondisi input mati. PSU yang bagus memiliki Hold Up Time yang tinggi untuk menandakan komponen yang dipakainya bagus.

Over-Voltage Protection
Hampir semua PSU mempunya fitur ini. Fungsinya sudah jelas yaitu untuk melindung dari lonjakan daya. Sehingga apabila terjadi lonjakan daya secara otomatis PSU akan memutuskan arus. Dengan adanya fitur ini maka user dapat terhindar dari bencana korslet atau kena petir. Jadi apabila terjadi lonjakan yang tinggi yang kena PSU duluan bukan komponen lainya karena arusnya sudah di cut lain klo PSU tidak ada fitur ini lonjakanya langsung diteruskan ke semua komponen komputer.

Jenis – Jenis PSU :
Active PFC dan Passive PFC

PFC adalah ukuran efisiensi sebuah PSU. Diukur dengan berapa banyak daya yang terbuang menjadi panas. Perhitunganya dari 0 - 1, mendekati 1 berarti makin efisien. Active PFC menggunakan rangkain tersendiri untuk mengimbangi muatan induksi sedangakn passive PFC hanya mengandalkan kapasitor untuk menjadi muatan induksi. Sehingga jelas kenapa PSU dengan active PFC lebih mahal harganya.
Peak Power dan Continues power
Peak Power adalah daya maksimal yang mampu dihasilkan PSU saat dibutuhkan. Sehingga daya tambahan dikeluarkan saat diperlukan saja. Continues power adalah daya yang konstant dikeluarkan PSU sehingga sering disebut pure power daya yang dihasilkan lebih stabil. Sehingga PSU continues lebih baik digunakan untuk mensupply kebutuhan daya yang lebih kecil misal PSU continues 600w untuk sistem dengan total 500w. Karena apabila dipaksakan untuk mensupply daya yang lebih tinggi dapat merusak PSU.
Dalam ukuran kestabilan continues PSU lebih bagus dibandingkan peak power sebab peak power akan mengeluarkan daya melebihi kapasitanya hanya dalam waktu beberapa detik saja sehingga tidak konstant untuk jangka panjang dapat menyebabkan PSU rusak.

Mengenal Lebih Jauh Power Supply PC

Power Supply Unit atau yang biasanya suka kita singkat menjadi PSU, seringkali dianggap remeh atau 'sengaja' dilupakan. Atau mungkin beberapa awam tidak mengerti apa itu guna sebenarnya dari sebuah PSU. Maka dari itu, bagi sekian besar pengguna komputer di Indonesia, PSU bisa dikatakan kehilangan perhatian/diremehkan.
PSU yang diadopsi oleh User biasanya selalu yang sudah disediakan bersama dengan casing yang dibeli. Beberapa casing merk papan atas memang sudah mem-bundle PSU dengan kualitas baik bersama dengan casing. Beda kasus dengan casing-casing kelas value/murah, yang hanya membundle PSU denga kualitas yang tidak terjamin atau bahkan bisa saya katakan mengecewakan.
Alasan pakai PSU Standart/Bawaan? Biasanya jawabannya cuma... Hemat .. Tipikal orang Indonesia, save the best for the cheapest, atau bisa dibilang, 'Tidak ada rotan, akar pun jadi'

Okeh, langsung di bahas aja mungkin yah, soal PSU itu sendiri.
Sebenarnya yang paling penting dari sebuah PSU itu bukan besaran WATT nya seperti yang ada terpampang di Label PSU Anda sekarang.
Yang lebih penting itu sebenarnya Rail (Amperage) dari PSU.

Mari simak sebenarnya PSU itu punya satuan apa saja:
W= Watt (Watt)
A= Amperage (Ampere, Arus)
V= Voltage (Voltase, Tegangan)
di mana, W = V * A

Kembali ke Rail lagi, sebenarnya Rail itu apa?
Rail itu jalur yang ada dari Power Supply untuk menghantarkan listrik yang tadinya dari arus AC (PLN) yang di convert ke DC untuk diteruskan ke komponen2 komputer Anda.
Pada PSU-PSU modern/masa kini, PSU dibagi Rail nya menjadi
+3.3v, +5v, +12v, -5v dan -12v
Yang negatif, tidak usah terlalu dipikirkan kecuali Anda mau mempelajari PSU lebih dalam. Negatif di sini kita asumsikan menjadi 'Ground' atau nilai Netral yang hanya memberi sambungan arus dari kutub Positif.

Kalau dari tadi saya bilang yang terpenting masih Rail, mari kita lihat bagaimana akhirnya Rail itu menjadi penting:
Rail menentukan hasil output akhir dalam bentuk Watt (W).
Rail 3.3V. 30A menghasilkan 3.3V*30A = 100W
Rail 5V. 20A menghasilkan 5V*20A = 100W
Rail 12V. 25A menghasilkan 12V*25A = 300W
Maka dari itu, Grand Total Output / Daya, bisa dibilang 500W.

Boleh mulai lirik-lirik PSU Anda, kalau mau di hitung silahkan, kalau memang ternyata hasil hitungan Anda sendiri sudah tidak sesuai dengan label yang tertempel pada PSU Anda, kualitas PSU Anda sudah patut di curigai.
Bahkan bukan berarti, kalau hitungan Anda benar dengan yang sudah tertempel, Daya Output "sebenarnya" dari PSU Anda adalah "segitu". Pada contoh, 500W bisa saja di-selewengkan oleh Produsen PSU.

Mulai masa sekarang dan mendatang, terlihat komputer mulai menggunakan komponen yang lebih menyedot arus 12V. Bisa dilihat dari GPU (VGA Card) masa kini yang hanya murni menggunakan Power dari arus 12V besar2an hingga 200Watt lebih. Dan juga komponen kecil-kecil seperti Fan, Neon CCFL, dsb selain USB Devices.

Maka dari itu, Produsen PSU biasanya membagi Rail nya menjadi beberapa bagian, misalnya, 2 rail, 4 rail, bahkan 6 rail. Terutama di Rail 12V. Untuk PSU yang sudah agak kuno (buatan <2003), Rail yang terbagi biasa nya 3.3V dan 5V sedangkan 12V malah belum dibagi.
Tujuan pembagian ini sebenarnya juga untuk memberikan pasokan listrik yang lebih stabil bagi komputer sehingga komponen bisa menjadi lebih dingin.

Beberapa Istilah Pada Porwer Supply
WATT
PSU menggunakan ukuran watt dalam mensupply daya. Watt dalam PSU dihitung dengan mengalikan votase dengan amperenya. Semakin tinggi watt PSU maka daya yang dapat disupply semakin tinggi

RAILS
Adalah penghantar tenaga ukuranya berupa volt. Di klasifikasin menjadi +3.3V,+ 5V,+12V,-5V dan -12V. Sebagai tolok ukur cukup perhatikan yang (+) saja karena rail (-) hanya untuk penggunakan PC jaman dulu yaitu untuk slot ISA dan Floppy drive. Menghitung daya tiap rail cukup dengan mengalikanya dengan besarnya ampere. Lalu jumlahkan ketiga rail tersebut untuk mengetahui kapasitas maksimal PSU.

Multiple Rails
Seiring dengan berkembangnya teknologi prosesor dan VGA rail +12V semakin membutuhkan daya yang tinggi. Kebutuhan daya yang tinggi ini akan membuat rail +12V menjadi panas dan membuat kinerja PSU menjadi tidak stabil sehingga untuk mengatasi hal ini maka dibagi menjadi 2 rail, 3 rail bahkan yang terbaru 4 rails. Sehingga bisa dikatakan bahwa PSU yang menggunakan dual rail akan lebih stabil dalam mensupply daya karena panas dapat ditekan. Akibatnya energi yang terbuang menjadi panas berkurang.

Penggunakan converter pada PSU multirail dari 4pin ke 8pin tidak dianjurkan karena pembagian dayanya menjadi tidak menyeluruh yang mengakibatkan dapat merusak komponen PSU. Converter 4pin ke 8pin aman digunakan di PSU single Rails karena dayanya tidak dibagi alias di 1 jalur +12V sehingga konversi tidak mengubah daya yang diberikan.

Voltage Regulator
Sering juga disebut ripple ini adalah perubahan output tegangan yang dihasilkan oleh PSU. Perubahan tegangan ini fruktuatif disebabkan oleh kondisi yang tidak konstants misalnya dari idle kemudian menjadi full load. Standart aman yang dianjurkan adalah +/- 5% dari railnya. Semakin sedikit ripple semakin bagus output PSU.

Voltage regulator bisa disebut sebagai komponen yang penting dalam menjaga hardware-hardware dalam komputer. Sebab volt yang flutuatif naik turun dalam waktu yang singkat menyebabkan komponen hardware menjadi rusak. Terutama yang paling sering kena adalah hardisk.

Hold Up time
Adalah cadangan daya yang ada di PSU sebelum kehabisan daya. Dalam kondisi listrik mati atau tidak ada pasokan daya seberapa besar daya yang sanggup ditampung PSU untuk mensupply daya. Semakin besar cadanganya berarti semakin lama waktu dalam mengatasi kondisi input mati. PSU yang bagus memiliki Hold Up Time yang tinggi untuk menandakan komponen yang dipakainya bagus.

Over-Voltage Protection
Hampir semua PSU mempunya fitur ini. Fungsinya sudah jelas yaitu untuk melindung dari lonjakan daya. Sehingga apabila terjadi lonjakan daya secara otomatis PSU akan memutuskan arus. Dengan adanya fitur ini maka user dapat terhindar dari bencana korslet atau kena petir. Jadi apabila terjadi lonjakan yang tinggi yang kena PSU duluan bukan komponen lainya karena arusnya sudah di cut lain klo PSU tidak ada fitur ini lonjakanya langsung diteruskan ke semua komponen komputer.

Jenis – Jenis PSU :
Active PFC dan Passive PFC

PFC adalah ukuran efisiensi sebuah PSU. Diukur dengan berapa banyak daya yang terbuang menjadi panas. Perhitunganya dari 0 - 1, mendekati 1 berarti makin efisien. Active PFC menggunakan rangkain tersendiri untuk mengimbangi muatan induksi sedangakn passive PFC hanya mengandalkan kapasitor untuk menjadi muatan induksi. Sehingga jelas kenapa PSU dengan active PFC lebih mahal harganya.

Peak Power dan Continues power
Peak Power adalah daya maksimal yang mampu dihasilkan PSU saat dibutuhkan. Sehingga daya tambahan dikeluarkan saat diperlukan saja. Continues power adalah daya yang konstant dikeluarkan PSU sehingga sering disebut pure power daya yang dihasilkan lebih stabil. Sehingga PSU continues lebih baik digunakan untuk mensupply kebutuhan daya yang lebih kecil misal PSU continues 600w untuk sistem dengan total 500w. Karena apabila dipaksakan untuk mensupply daya yang lebih tinggi dapat merusak PSU.
Dalam ukuran kestabilan continues PSU lebih bagus dibandingkan peak power sebab peak power akan mengeluarkan daya melebihi kapasitanya hanya dalam waktu beberapa detik saja sehingga tidak konstant untuk jangka panjang dapat menyebabkan PSU rusak.

Modular dan non modular
PSU modular adalah pengembangan dari PSU dimana kabel dari PSU dapat dilepas dan dipasang sesuai kebutuhan sehingga kabel yang tidak perlu dapat dilepas. Keuntunganya menjadi lebih rapi kabel-kabelnya dan air-flow dalam casing lebih lancar.

Beberapa hal salah kaprah soal PSU
1.PSU yang berdaya besar selalu lebih baik dari pada PSU yang dayanya lebih kecil
Belum tentu sebab ukuran watt tidak dapat dijadikan patokan dalam memilih PSU. Perhatikan juga ripplenya percuma memiliki PSU yang dayanya besar tapi flutuasi voltnya sangat tinggi. Malah justru akan merusak komponen hardware yang lain seperti hardisk.

2.PSU Multiple Rail lebih bagus
Dalam keadaan tertentu multiple Rail justru dapat memperburuk keadaan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa multiple rail adalah membagi rail menjadi beberapa bagian. Yang menjadi masalah apabila rail yang digunakan memiliki ampere yang kecil sehingga watt yang dihasilan kurang. Contoh misalnya total +12v adalah 35A dibagi menjadi +12V1 25A dan +12V2 10A apabila rail +12V2 dipakai untuk konektor VGA yang memerlukan daya besar lebih dari 120w maka akan mempengaruhi kinerja VGA. Jadi perlu diperhatikan seberapa besar rail yang dihasilakan cukup atau tidak untuk memenuhi kebutuhan komponen.

3.Active PFC Efisiensi lebih bagus sehingga menghemat tagihan listrik
Jika anda tinggal di eropa mungkin benar sebab di eropa sudah menggunakan active PFC ini dimana perhitungan tagihan listrik menggunakn VA. Sedangkan di indonesia belum mengadopsi PFC dan perhitunganya menggunkan KWH atau KW/Jam. Namun untuk efisiensi Active PFC bisa dibilang lebih bagus karena menggunakan komponen tersendiri dalam mengatur muatan induksi

4.PSU yang bisa mengangkat sistem lebih besar dari kapasitasnya berarti bagus
Hal ini yang sepertinya perlu diluruskan. Sebagai contoh marak terjadi test terhadap PSU yang wattnya kecil 400-450W dapat mengangkat sistem high macam core 2 quad dengan VGA yang high-end juga. Hasil tesnya menunjukkan PSU masih sanggup mengahandle dan railnya stabil. Tapi perlu diperhatikan bahwa PSU bukan diukur dari sanggup tidaknya menhandle PC berdaya besar namun juga dinilai dari durabilitynya. Seberapa lama PSU dapat bertahan. Jangan sampai anda membeli PSU watt kecil untuk sistem high-end anda karena dalam penggunaan yang relatif lama PSU akan rusak atau turun kemampuanya karena dipaksa bekerja pada PEAK power secara terus menerus.

n non modular
PSU modular adalah pengembangan dari PSU dimana kabel dari PSU dapat dilepas dan dipasang sesuai kebutuhan sehingga kabel yang tidak perlu dapat dilepas. Keuntunganya menjadi lebih rapi kabel-kabelnya dan air-flow dalam casing lebih lancar.

Beberapa hal salah kaprah soal PSU
1.PSU yang berdaya besar selalu lebih baik dari pada PSU yang dayanya lebih kecil
Belum tentu sebab ukuran watt tidak dapat dijadikan patokan dalam memilih PSU. Perhatikan juga ripplenya percuma memiliki PSU yang dayanya besar tapi flutuasi voltnya sangat tinggi. Malah justru akan merusak komponen hardware yang lain seperti hardisk.

2.PSU Multiple Rail lebih bagus
Dalam keadaan tertentu multiple Rail justru dapat memperburuk keadaan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa multiple rail adalah membagi rail menjadi beberapa bagian. Yang menjadi masalah apabila rail yang digunakan memiliki ampere yang kecil sehingga watt yang dihasilan kurang. Contoh misalnya total +12v adalah 35A dibagi menjadi +12V1 25A dan +12V2 10A apabila rail +12V2 dipakai untuk konektor VGA yang memerlukan daya besar lebih dari 120w maka akan mempengaruhi kinerja VGA. Jadi perlu diperhatikan seberapa besar rail yang dihasilakan cukup atau tidak untuk memenuhi kebutuhan komponen.

3.Active PFC Efisiensi lebih bagus sehingga menghemat tagihan listrik
Jika anda tinggal di eropa mungkin benar sebab di eropa sudah menggunakan active PFC ini dimana perhitungan tagihan listrik menggunakn VA. Sedangkan di indonesia belum mengadopsi PFC dan perhitunganya menggunkan KWH atau KW/Jam. Namun untuk efisiensi Active PFC bisa dibilang lebih bagus karena menggunakan komponen tersendiri dalam mengatur muatan induksi

4.PSU yang bisa mengangkat sistem lebih besar dari kapasitasnya berarti bagus
Hal ini yang sepertinya perlu diluruskan. Sebagai contoh marak terjadi test terhadap PSU yang wattnya kecil 400-450W dapat mengangkat sistem high macam core 2 quad dengan VGA yang high-end juga. Hasil tesnya menunjukkan PSU masih sanggup mengahandle dan railnya stabil. Tapi perlu diperhatikan bahwa PSU bukan diukur dari sanggup tidaknya menhandle PC berdaya besar namun juga dinilai dari durabilitynya. Seberapa lama PSU dapat bertahan. Jangan sampai anda membeli PSU watt kecil untuk sistem high-end anda karena dalam penggunaan yang relatif lama PSU akan rusak atau turun kemampuanya karena dipaksa bekerja pada PEAK power secara terus menerus.

0 komentar:

Posting Komentar